[imajiner:show!]

Posted: Agustus 7, 2010 in manuskrip, neurosis
Kaitkata:, , , , , , , , , , , , , , , ,

[matikan lampu.pertunjukan akan segera melaju]

sedetik
[be]berapa detik
hanya hening
tak ada geming
[kadang] terdengar hela nafas
tak puas

di panggung ada lelaki menelan api
baranya melelehkan pipi

ada jerit tertahan
dan teriakan :
“untuk apa ini semua dilakukan?!”

——

narator menggumamkan katakata
mengingatkan pada orator di panggung terbuka :
“pilih saya! maka tak akan lagi ada derita!”

kita, atau sebagian dari kita
mungkin sudah lupa dengan itu semua
yang menjadi fokus perhatian kini
adalah untuk mencukupi hidup sehari sehari

di sini,
kita harus berjuang sendiri

—–

lampu menunjuk satu titik di tengah panggung
alun musik bak lebah berdengung

seorang wanita berpakaian lelaki
bergerak kaki lalu mulai menari
dengan tabung elpiji dan pisau belati
ia meledakkan diri

[lampu menyala.pertunjukan kembali tiada]

About these ads
Komentar
  1. ulan mengatakan:

    wiiiiiiiiiii bagus lhoo

  2. dusone mengatakan:

    makasi,,thanks utk kunjungannya,, :-)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s